Terkadang kita bingung…pusing…sedih…senang dan bangga jika kita mendengar beberapa kabar tentang pelaksanaan dan pemberitaan hasil Ujian Nasional. Ada yang lulus, ada yang mengulang, ada yang memperoleh nilai tertinggi, ada yang lulus 100 persen, bahkan ada yang lulus 0 persen. Lantas apakah sebenarnya yang terjadi? Apakah ada yang salah tentang pemberlakuan Ujian Nasional sekolah? Apakah ada ketidakadilan di balik penyelenggaraan hajatan nasional di bidang pendidikan itu? Coba kita telaah bersama…
Sewaktu saya masih sekolah dulu tidak pernah mengenal Ujian Nasional, waktu itu yang ada adalah EBTANAS ( Evaluasi Belajar Tahap Akhir Nasional). Ingat betul waktu kelas 6 SD di tahun 1988 saya dan teman-teman lainnya belajar mati-matian untuk meraih NEM terbaik sebagai tiket untuk masuk SMP Negeri waktu itu. Alhamdulillah dulu saya dinobatkan sebagai yang terbaik di sekolah saya, malahan sewaktu digunakan untuk mendaftar di SMP Negeri di kota saya waktu itu juga mendapatkan posisi pertama pada jurnal penerimaan SMP dari awal sampai akhir. Alhasil saya tidak terlalu repot dan cemas untuk ‘tidak’ diterima di SMP saya waktu itu. Ketika akan lulus kelas 3 SMP pun hampir sama, semua belajar dengan baik dan tekun untuk meraih NEM terbaik untuk melanjutkan ke jenjang SMTA. Alhasil nilai NEM saya pun dinobatkan sebagai salah satu yang terbaik di SMP saya waktu itu. Dan tanpa ragu-ragu lagi bisa digunakan untuk mendaftar dimana saja sesuai yang dikendaki tanpa harus mencari sekolah cadangan.


















Recent Comments